Pasar bergejolak, optimisme terhadap kripto tetap tinggi, investor tetap hati-hati

Scoot.co.id JAKARTA. Tren pemanfaatan teknologi blockchain terus berkembang, termasuk menghadirkan platform prediksi berbasis aset digital. Salah satu model yang mulai berkembang adalah outcomes market. Ini adalah platform yang memungkinkan pengguna memprediksi hasil suatu peristiwa dan memperoleh imbalan apabila prediksinya tepat.

Memanfaatkan konsep tersebut, platform perdagangan kripto global, OKX meluncurkan The Beautiful Game, sebuah outcomes market bertema sepakbola yang berlangsung selama gelaran Piala Dunia 2026.

“Kampanye ini menawarkan total hadiah hingga 20 bitcoin dan memungkinkan pengguna menebak hasil pertandingan melalui lebih dari 190 market yang tersedia,” tulis OKX, dalam keterangannya, Sabtu (6/6). 

Bersamaan peluncuran itu, OKX merilis hasil survei terhadap pengguna kripto di enam negara peserta Piala Dunia. Hasilnya menunjukkan 73% responden percaya kripto akan memainkan peran penting dalam masa depan keterlibatan penggemar sepak bola. Pada kelompok usia 18 tahun–29 tahun, angkanya bahkan mencapai 79%.

 CFX Dorong Inovasi Ekosistem Kripto Lewat Konferensi Kripto

Tingginya optimisme tersebut menunjukkan daya tarik aset digital yang masih kuat di tengah berbagai dinamika pasar global. Di Indonesia, minat terhadap kripto juga tercermin dari terus bertambahnya jumlah pengguna dan nilai transaksi.

Optimisme terhadap aset digital tersebut juga tercermin pada perkembangan industri kripto di Indonesia. Di tengah volatilitas pasar global, jumlah pengguna kripto di dalam negeri masih terus bertumbuh.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah akun konsumen aset kripto per April 2026 mencapai 21,7 juta, naik 1,57% dibanding bulan sebelumnya. Adapun nilai transaksi aset kripto pada periode yang sama mencapai Rp 22,98 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso mengatakan, ekosistem kripto nasional kini semakin kuat dengan dukungan dua bursa kripto, lembaga kliring, kustodian, serta 26 pedagang aset kripto berizin.

Menurut Adi, di tengah ketidakpastian global, tekanan geopolitik, dan dinamika suku bunga, aset kripto masih menarik minat investor karena didukung inovasi teknologi serta diversifikasi produk yang terus berkembang.

“OJK mengingatkan masyarakat memahami karakteristik instrumen kripto, memastikan legalitas platform yang digunakan, serta menghindari keputusan investasi yang hanya didorong tren atau fear of missing out (FOMO),” kata Adi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *