Saham Himbara menguat pada Selasa (5/5), cermati rekomendasi analis

Scoot.co.id – JAKARTA. Saham bank milik negara (Himbara) terpantau mulai keluar dari tren pelemahan harga. 

Pada akhir perdagangan Selasa (5/5/2026), saham Himbara kompak mencatatkan kenaikan harga. Kenaikan terkuat dicatatkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yakni sebesar 3,62% secara harian menjadi Rp 3.150. 

Menyusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sahamnya menguat 2,08% secara harian menjadi Rp 3.920, lalu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) harga sahamnya naik 1,68% secara harian menjadi Rp 1.820. 

Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 1,58% secara harian menjadi Rp 4.490 dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik harga 0,37% secara harian ke level Rp 1.365. 

Jelang Rapat Dewan Gubernur BI Saham Big Banks Rebound, Cek Rekomendasi Analis

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi bilang ada sejumlah katalis yang memengaruhi pergerakan harga saham Himbara saat ini.

Pertama, ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan global. “Itu membuat cost of fund berpotensi turun,” kata Wafi kepada Kontan, Selasa (5/5/2026). 

  BBRI Chart by TradingView  

Di samping itu, Wafi melihat ada sentimen dari likuiditas perbankan yang mendukung ekspansi kredit. Itu salah satunya dipengaruhi penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) di Himbara dan stimulus.

Apalagi, valuasi Himbara sebagai bank besar pada dasarnya sudah terkoreksi dalam. Dus, pergerakannya sudah menarik untuk rebound, didukung indikasi arus masuk dana asing yang mulai deras. 

IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Wafi melihat kondisi ini dapat berlanjut dalam jangka pendek, tetapi dalam tren yang cenderung volatil. Pergerakan saham Himbara utamanya masih bakal ditentukan oleh arah suku bunga, stabilitas rupiah, serta pertumbuhan kredit. 

Untuk pertumbuhan kredit, Wafi bilang yang paling jadi perhatian adalah di sektor UMKM dan konsumsi, serta kualitas asetnya. 

“Kalau data makro mendukung dan foreign flow konsisten masuk, rally bisa lanjut. Tapi kalau ada tekanan global lagi, bisa cepat koreksi,” jelas Wafi. 

Saham Himbara pilihan Wafi jatuh kepada BBRI dengan pertimbangan perannya yang kuat di segmen UMKM.

IHSG Terkoreksi Setelah Cetak Rekor, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Target harganya dipatok Rp 6.800. Kemudian BMRI dengan pertimbangan pertumbuhan neraca yang solid, target harganya Rp 7.200, serta BBNI karena kredit korporasi mulai pulih, dengan target harga Rp 6.000. 

Sementara itu, BBTN direkomendasikan trading buy. “Karena high beta,” katanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *