
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas dengan kecenderungan menguji level psikologis pada perdagangan Rabu (6/5/2026), ditopang kombinasi sentimen domestik dan teknikal.
Pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), IHSG ditutup menguat 1,22% ke level 7.057,11, setelah sempat melemah hingga menyentuh level 6.921 pada awal sesi.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan penguatan IHSG terjadi setelah tekanan dari pasar global mulai mereda.
Faktor Domestik, Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah di Antara Mata Uang Asia
“IHSG sempat tertekan akibat pelemahan indeks global dan kenaikan harga minyak mentah, namun kemudian berbalik menguat didorong oleh kenaikan saham-saham konglomerasi dan perbankan,” ujar Alrich kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).
Secara sektoral, saham sektor basic materials mencatat kenaikan terbesar sebesar 2,86%, sementara sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,52%.
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% secara tahunan pada kuartal I-2026, meningkat dari 5,39% pada kuartal IV-2025.
Menurut Alrich, data tersebut menjadi katalis yang mendorong optimisme pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Dari sisi teknikal, ia menilai IHSG mulai menunjukkan indikasi pembalikan arah.
“Stochastic RSI mengindikasikan terjadinya reversal dari area oversold, didukung oleh histogram MACD negatif yang mulai menyempit,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji level 7.100.
Gelar RUPST, Indosat (ISAT) Ganti Susunan Direksi Komisaris Serta Bagi Dividen
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat sentimen positif dari dalam negeri masih akan berlanjut, terutama didorong oleh rilis data produk domestik bruto (PDB) yang melampaui ekspektasi pasar.
“Kinerja PDB Indonesia triwulan I-2026 yang masih di atas ekspektasi bisa menjadi katalis positif bagi IHSG,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pasar masih dibayangi sejumlah risiko global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll) yang akan menjadi acuan kebijakan moneter The Fed.
Menurut Nafan, pelaku pasar juga akan mencermati pergerakan cadangan devisa serta arah kebijakan suku bunga global ke depan.
Untuk perdagangan Rabu (6/5/2026), Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di 7.014 dan 6.917, serta resistance di 7.119 dan 7.244.
Ia menyarankan investor tetap selektif dan disiplin dalam menerapkan manajemen risiko di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.