Tanggapi kenaikan BI rate, BSI perkuat dana murah lewat tabungan haji

Scoot.co.id JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25% membuat bank harus memikirkan strategi pendanaan yang tepat. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) salah satunya berupaya mendorong efektivitas pendanaan.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, BSI akan merespons kenaikan BI Rate dengan memperbesar porsi dana murah (CASA) dalam struktur pendanaannya.

Anggoro menyebut salah satu strategi BSI untuk meningkatkan CASA adalah dengan mendorong pertumbuhan produk tabungan haji.

Program BRI Debit FC Barcelona Bawa 5 Pemenang Wujudkan Mimpi di Spotify Camp Nou

“Kita akan fokus pada dana murah pastinya. Kita punya tabungan-tabungan wadi’ah yang kita akan dorong. Tabungan-tabungan haji itu akan jadi semakin intens kita tawarkan,” kata Anggoro saat ditemui, Jumat (22/5/2026).

Adapun hingga kuartal 1-2026, dana kelolaan produk tabungan haji BSI mencapai Rp 15,65 triliun. Angka tersebut terhitung naik 14,68% secara tahunan (yoy).

Sedangkan, dalam periode yang sama, BSI tercatat melayani sekitar 7,26 juta nasabah tabungan haji. 

Jika dilihat dari pendanaan keseluruhannya, hingga kuartal 1-2026, BSI mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 376,8 triliun, tumbuh 18% yoy. Total CASA BSI juga meningkat 21,36% yoy menjadi Rp 236,2 triliun.

Anggoro memastikan dengan fokus pada pendanaan CASA, BSI dapat menjaga biaya dana (COF) tetap rendah, meskipun bunga pembiayaan mengalami kenaikan.

Ia bilang, fokus bisnis BSI ada pada segmen konsumer, sehingga fundamental bank secara keseluruhan dapat terus tumbuh sehat di saat suku bunga mengalami kenaikan.

Selain tabungan haji, Anggoro juga menyebut BSI akan mengoptimalkan produk tabungan emas. 

“Kita akan fokus pada tabungan-tabungan yang COF-nya lebih rendah, sehingga dampaknya bisa kita kelola,” kata Anggoro.

BSI Resmikan Naming Right di LRT Dukuh Atas untuk Dorong Pertumbuhan Nasabah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *