Scoot.co.id, JAKARTA — Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, siap menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN). Lelang yang akan digelar pada Rabu, 18 Februari 2026, ini menargetkan perolehan dana sebesar Rp33 triliun guna memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Melansir laman resmi DJPPR, lelang ini akan menawarkan total sembilan seri SUN kepada para investor. Sembilan seri tersebut terbagi menjadi tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (ON), masing-masing dengan karakteristik dan daya tarik yang berbeda.
Ketiga seri SPN yang akan dilelang antara lain SPN01260322 (New Issuance), SPN03260521 (New Issuance), dan SPN12270204 (Reopening). Instrumen-instrumen berjangka pendek ini memiliki tenor jatuh tempo yang bervariasi antara 1 hingga 12 bulan, serta menawarkan imbal hasil dalam format diskonto, cocok bagi investor yang mencari likuiditas cepat.
: Sentimen Moody’s Tekan Pasar Surat Utang, Panin AM Bidik Obligasi Tenor Pendek
Sementara itu, keenam seri Obligasi Negara (ON) yang ditawarkan meliputi FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening), FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening), dan FR0105 (Reopening). Obligasi-obligasi ini menawarkan tenor yang jauh lebih panjang, berkisar antara 5 hingga 38 tahun, memberikan stabilitas investasi jangka panjang.
Di antara seri Obligasi Negara tersebut, FR0105 menjadi produk dengan tenor terpanjang, jatuh tempo pada 15 Juli 2064. Obligasi ini menawarkan imbal hasil sebesar 6,87%, menjadikannya tingkat bunga tertinggi kedua setelah FR0107 dan FR0106.
: : Perlambatan Bisnis Perbankan Bisa Tekan Pasar Surat Utang Korporasi
Dua seri Obligasi Negara yang paling menarik dari segi imbal hasil adalah FR0106 dan FR0107. FR0106 akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040, sedangkan FR0107 pada 15 Agustus 2045. Keduanya sama-sama menawarkan imbal hasil tertinggi sebesar 7,12%, memberikan potensi keuntungan yang signifikan bagi investor.
: : Awal 2026, BI Serap Surat Utang Pemerintah Rp23,69 Triliun
Di sisi lain spektrum, FR0109 menawarkan imbal hasil terendah di antara Obligasi Negara dengan 5,87%. Produk ini juga memiliki tanggal jatuh tempo terpendek di antara seri obligasi yang diterbitkan, yaitu pada 15 Maret 2031, memberikan opsi bagi investor yang mencari tenor menengah.
DJPPR menegaskan target dalam pengumumannya, yang dikutip pada Senin, 16 Februari 2026. “Target indikatif Rp33 triliun, dengan target maksimal dimenangkan 150% dari target indikatif,” jelas pengumuman resmi DJPPR.
Proses lelang Surat Utang Negara ini akan diselenggarakan menggunakan sistem pelelangan yang dikelola oleh Bank Indonesia. Lelang ini bersifat terbuka dan menerapkan metode harga beragam (multiple price), yang memungkinkan penetapan harga berdasarkan penawaran yang masuk.
Investor, baik individu maupun institusi, memiliki kesempatan untuk mengajukan penawaran pembelian dalam lelang ini. Namun, untuk memastikan kelancaran dan kepatuhan prosedur, penyampaian penawaran pembelian harus dilakukan melalui dealer utama yang telah memperoleh persetujuan resmi dari Kementerian Keuangan.
Beberapa institusi keuangan terkemuka yang berperan sebagai dealer utama dalam lelang ini antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Permata Tbk. (BNLI), serta sejumlah bank dan perusahaan sekuritas lainnya di seluruh Tanah Air.
Pelaksanaan lelang SUN ini merupakan strategi penting pemerintah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan yang telah ditetapkan dalam kerangka APBN 2026, sekaligus sebagai upaya menjaga stabilitas fiskal negara.