Prabowo janjikan 1 juta rumah untuk buruh, siapkan kota baru dekat industri

Presiden Prabowo Subianto merespons permintaan buruh akan rumah terjangkau dengan menjanjikan pembangunan satu juta unit rumah bersubsidi tahun ini. Dia juga merencanakan kota-kota baru dekat kawasan industri, sebagai lokasi.   

Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah sudah membangun 350 ribu unit rumah sepanjang tahun ini. “Tapi sasaran kami adalah minimal satu juta rumah kami akan mulai tahun ini juga. Satu juta rumah,” ujarnya dalam perayaan Hari Buruh di Monumen Nasional, Jumat (1/5). 

Prabowo menjelaskan, buruh meminta rumah dibangun dalam bentuk klaster-klaster yang dekat dengan kawasan industri. Dia lalu  menjanjikan pengembangan kota-kota baru yang dekat dengan kawasan industri, berisi rumah-rumah susun dan aneka fasilitas publik.

Fasilitas publik yang dimaksud antara lain sekolah, tempat penitipan anak, rumah sakit, hingga transportasi publik dengan tarif “sangat ringan” untuk mendukung mobilitas pekerja. Harus ada transportasi, entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik,”  kata dia. 

Penyediaan rumah terjangkau sebetulnya adalah program lama yang terus dijalankan dan diperbaharui pemerintah. Pemerintah antara lain menyediakan program pembiayaan yang “terjangkau” untuk pemilikan rumah dengan luas dan harga tertentu, lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.

Masyarakat dapat menikmati bunga Kredit Pemilikan Rumah tetap sebesar 5% per tahun, dengan masa cicilan hingga 20 tahun. Selain itu, ada juga keringanan berupa uang muka mulai dari 1% dari harga rumah dan subsidi bantuan uang muka. 

Problemnya, banyak masyarakat yang mengeluhkan lokasi rumah terkait program FLPP ini kebanyakan berada jauh dari pusat kota atau pusat industri. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *