PT PP (PTPP) siapkan strategi hadapi pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga

Scoot.co.id JAKARTA.  PT PP Tbk (PTPP) menyampaikan strategi di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga.

Hari ini, Kamis (21/5/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.667 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 13 poin atau 0,07% dibanding penutupan sebelumnya di Rp 17.654 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia berada di level Rp 17.673 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) juga menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Indika Energy (INDY) Fokus Diversifikasi Bisnis, Kinerjanya Positif di Kuartal I-2026

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menyampaikan, pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga, serta dinamika geopolitik global tentunya memberikan tantangan terhadap industri konstruksi, khususnya pada komponen biaya alat berat, logistik, dan pembiayaan proyek.

“PTPP terus melakukan monitoring dan review secara berkala terhadap dampaknya terhadap operasional maupun margin proyek,” ujarnya kepada Kontan, Kamis.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, PTPP fokus menjaga keberlangsungan proyek, disiplin pengendalian biaya, serta menjaga kualitas arus kas dan profitabilitas.

Berbagai langkah strategis terus dilakukan, antara lain melalui efisiensi operasional, optimalisasi procurement, selektivitas proyek baru, serta penguatan koordinasi dengan para stakeholder proyek agar pelaksanaan proyek tetap berjalan optimal.

Pada tahun 2026, PTPP juga terus melakukan evaluasi dan optimalisasi portofolio usaha, termasuk melalui rencana divestasi pada beberapa aset di sektor properti, infrastruktur, dan energi. 

Kenaikan Suku Bunga BI Berpotensi Tekan Kinerja Emiten Farmasi

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat fokus pada bisnis inti, meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperbaiki arus kas, serta menciptakan struktur usaha yang lebih sehat dan efisien.

“Dengan langkah tersebut, PTPP diharapkan dapat memperkuat daya saing dan fondasi bisnis Perseroan secara berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, PTPP mendukung penuh langkah transformasi dan penyehatan BUMN Karya yang diinisiasi oleh Pemerintah dan BP BUMN/Danantara Indonesia.

Sebelumnya telah dilakukan berbagai forum koordinasi dan pembahasan strategis bersama jajaran Direksi BUMN Karya yang dipimpin oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.

Joko bilang, perseroan terus menjalankan arahan transformasi secara disiplin dan konsisten, baik dari aspek keuangan, tata kelola, operasional, maupun manajemen risiko. 

“PTPP meyakini langkah transformasi ini akan memperkuat struktur industri konstruksi nasional agar lebih sehat, adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan ke depan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *