IHSG diprediksi menguat pekan ini, fokus pada saham ASII, ACES, MIDI. Shutdown AS dan data ekonomi tertunda, namun investor tetap optimis.
Read More »Tag Archives: pertumbuhan ekonomi
OPINI: Angin Segar Keran Likuiditas BI
Bank Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 4,75% untuk mendorong likuiditas dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini diharapkan memudahkan kredit dan meningkatkan konsumsi.
Read More »IMF: Perekonomian Global Melambat, Inflasi Bergerak Variatif
IMF melaporkan perlambatan ekonomi global dengan inflasi bervariasi akibat tarif dan lemahnya ekspor, menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.
Read More »Rupiah Melemah! BI Ungkap Penyebabnya, Simak Selengkapnya
Rupiah tertekan beberapa hari terakhir September 2025 akibat faktor global dan domestik, meski secara umum menguat 0,30% dibandingkan Agustus 2025.
Read More »IHSG Lawan September Effect, Cetak Rekor Baru di Tengah Guncangan Politik
IHSG cetak rekor baru di 8.051 meski September Effect, didorong pelonggaran moneter dan reshuffle kabinet. Tren positif diprediksi berlanjut hingga akhir 2025.
Read More »BI Makin Pro Pertumbuhan Ekonomi, Daya Tarik SRBI Memudar?
Bank Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi dengan melonggarkan suku bunga. Bagaimana pengaruhnya terhadap SRBI?
Read More »IHSG Menguat? Intip Rekomendasi Saham BBCA, BBTN, dan Lainnya!
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.
Read More »BI Pangkas Suku Bunga, Kemenkeu Guyur Rp200T: Ekonomi Bakal Terbang?
Pemerintah alokasikan Rp200 triliun ke Himbara sebagai likuiditas murah usai BI turunkan suku bunga ke 4,75%, dorong pertumbuhan kredit hingga dua digit.
Read More »IHSG 8.000: Asing Jual BBCA, BMRI? Peluang atau Ancaman?
IHSG tembus 8.000 didukung kebijakan ekonomi, tapi investor asing masih jual saham BBCA, BMRI, dan Scoot.co.id sell asing capai Rp61,2 triliun tahun ini.
Read More »Suku Bunga Dipangkas! The Fed Prioritaskan Pasar Tenaga Kerja, Dampaknya?
The Fed turunkan suku bunga 0,25% ke 4,00%-4,25% untuk mengatasi perlambatan pasar tenaga kerja dan sinyalkan pemangkasan lebih lanjut hingga akhir 2025.
Read More »