Trump potensi pimpin delegasi negosiasi AS, klaim Iran mau akhiri program nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran setuju menangguhkan program nuklirnya tanpa batas waktu, Selain itu ia mengatakan AS tidak akan mencairkan aset Iran yang mereka bekukan.

Menurut pemberitaan Bloomberg News, Trump mengatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Iran terkait penghentian perang secara permanen mungkin akan berlangsung akhir pekan ini. Meski begitu laporan tersebut tak merinci siapa yang memimpin delegasi AS. 

Trump juga berkata dirinya mungkin akan terbang ke Pakistan untuk menandatangani kesepakatan yang tercapai. “Sebagian besar poin utamanya telah disepakati, dan prosesnya akan cepat,” kata Trump dalam wawancara telepon singkat bersama Bloomberg News seperti dikutip Sabtu (18/4).

Putaran pertama negosiasi berlangsung akhir pekan kemarin, tetapi gagal mencapai kesepakatan meski pembicaraan berlangsung lama. Gencatan senjata selama dua pekan yang disepakati dengan Pakistan sebagai penengah juga akan berakhir awal pekan depan.

Baca juga:

  • Ekonom Sebut Eksekusi Impor Minyak dari Rusia Terganjal Kontrak dan Pembayaran
  • Bertemu Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Prabowo Singgung Soal Patriotisme
  • Mengukur Campur Tangan Danantara di Penyehatan BUMN Karya, Seberapa Dampaknya?

Saat ditanya apakah moratorium program nuklir Iran akan berlangsung selama 20 tahun, Trump berkata penghentiannya tak akan memiliki jangka waktu tertentu. Meski demikian, rincian dari kesepakatan yang tengah dibahas masih belum dapat dipastikan.

Wawancara tersebut berlangsung beberapa jam setelah Axios melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan mencairkan dana Iran sebesar 20 miliar dolar AS yang dibekukannya sebagai imbal balik atas penyerahan cadangan uranium dari Teheran. Tetapi, Trump membantah pencairan dana untuk Iran tersebut tengah dipertimbangkan.

Sementara itu terkait gencatan senjata Lebanon-Israel yang tercapai atas bantuannya, Presiden AS berkata pihaknya akan membantu mengembangkannya menjadi kesepakatan yang berkelanjutan.

“Kita tidak akan terus mengebom Lebanon dan kita tidak akan membiarkan pihak lain melakukannya. Kita akan memperbaiki Lebanon,” ucap Presiden AS, menambahkan.

Adapun dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Trump memastikan bahwa Iran telah “menyetujui segalanya” dan akan bekerja sama dengan AS dalam menyingkirkan uranium diperkaya yang dimilikinya. Personel AS tidak akan dikerahkan dalam operasi itu, kata Trump. Tetapi ia menjelaskan bahwa yang akan melaksanakan tugas tersebut adalah “orang-orang kita”.

“Orang-orang kita, bersama pihak Iran, akan bekerja bersama untuk mengambilnya, dan kita kemudian akan membawanya pulang ke AS,” kata dia, menambahkan.

Iran Tak Serahkan Uranium yang Diperkaya

Berbeda dengan klaim Trump, pemerintah Iran pada Jumat menjelaskan bahwa pemindahan uranium yang diperkaya ke luar negeri tidak dapat diterima. Pernyataan itu disampaikan menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Washington akan mengambil persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan kesepakatan hanya dicapai jika hak dan kepentingan Iran terjamin termasuk uranium yang diperkaya. Selain itu, kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan pada negara juga akan menjadi elemen penting dalam negosiasi, seperti yang dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan mengambil tindakan balasan jika pihak lain gagal memenuhi komitmennya.

Secara terpisah, juru bicara tersebut mengatakan bahwa pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat Amerika Serikat terkait Selat Hormuz mencerminkan kebingungan, seraya menegaskan bahwa keputusan mengenai jalur perairan itu ditentukan oleh kondisi di lapangan, bukan oleh narasi media.

Baqaei menambahkan bahwa lalu lintas kapal sipil melalui selat tersebut diizinkan menyusul perkembangan regional terkini, sesuai dengan keputusan otoritas Iran yang relevan. Baqaei juga menyoroti bahwa pertemuan di Islamabad memperjelas titik temu dan garis merah, menambahkan bahwa tidak ada ambiguitas dalam negosiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *